selama ini hubungan antara aku dan dia kurang harmonis, jarang bertegur sapa dengan akrab, kami lebih sering bertengkar dari pada berteman. kami akan akur hanya dalam situasi tertentu saja, seperti kerja kelompok misalnya, dan kami hanya akan saling bicara jika ada sesuatu yang sangat mendesak. untuk selebihnya kami seperti air dan minyak tak bisa menyatu dengan damai, saling mengejek keburukan masing-masing, ribut di kelas hanya kerena maslah sepele, bahkan kami sering saling diam tak sepatah kata pun keluar dari mulut kami masing-masing meskipun hanya sekedar menyapa seperti orang yang tak saling kenal dalam jangka waktu yang cukup lama mulai dari sehari, seminggu, hingga sebulan bahkan lebih.
namun kemarin ia mengelurkan sebuah pernyataan yang mengejutkanku, yeah...bahkan aku sangat terkejut
" i will be the last for you...!!" ucapnya tiba-tiba padaku, dihadapan teman-teman sekelas
" whaatttttt......!!??" jawabku kaget, omong kosong macam apa ini, aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar, bagaimana mungkin orang seperti dia bisa mengatakan hal itu padaku, orang yang selalu dilihatnya dengan tatapan sinis, dan selalu bermusuhan dengannya di kelas, huuffft....aku rasa ia hanya bercanda, mungkin ini adalah salah satu trick terbarunya untuk mengerjaiku, atau mungkin salah satu sarafnya ada yang rusak gara-gara kecelakaan motor minggu lalu, atau karena dia salah minum obat pagi ini entahlah aku tidak tahu.
selama ini aku dan teman-temanku selalu menganggap ucapan " i will be the last for you" nya itu hanya bualan belaka, tapi ternyata kami salah, ia benar-banar ingin membuktikan ucapannya itu padaku, ia mulai berani mengungkapkan perassaannya dengan terang-terangan di hadapan teman-teman sekelas, bahkania sengaja membuat sebuah gambar perempuan berkerudung merah lengkapdengan kacamata warna cokelat yang kemudian ia pajang di jendela yang ada disamping tempat duduknya untuk ia sandingkan dengan gambar dirinya yang belakangan baru aku tahu ternyata gambar itu adalah gambar diriku, " ya Allah....mimpi buruk apa ini yang sedang ku alami...?" ku ingin segera bangun dari tidurku ini, aku benar-benar telah dibuat pusing olehnya.
belakangan ini intensitasnya mengatakan " i will be the last for you " nya padaku semakin meningkat, bahkan ia nekat melakukannya dengan cara- cara yang sangat norak mulai dari menyayikannya di depan kelas dengan gaya yang sangat " Dang Dut" hingga menuliskannya di seluruh buku catatanku, ahhhhhrrggg........aku rasa dia benar-benar ingin membuatku gila secara perlahan-lahan.
suatu hari ketika ia sedang mengatakan hal itu di depan kelas aku langsung menyahut ucapannya " kau serius dengan ucapanmu?" tanyaku lantang dan sesaat semuannya tiba-tiba menjadi hening, " yupz..,,,aku serius....!!!" jawabnya mantab " yakin....?" tanyaku lagi " sangat yakin...." jawabnya
" demi apa.....? "
"demi Allah dan RasulNya"
" coba kau eja satu-satu" suruhku
" demi A-l-l-a-h dan demi r-a-s-u-l-n-y-a...."
" kau yakin serius dengan ucapanmu?" tanyaku masih tak percaya
" ya, aku sangat yakin dan aku tak pernah seserius ini" jawabnya tenang
huuuffft......kata-katanya yang terakhir benar-benar membuatku kehabisan kata- kata .
"kau ingin menjadi yang terakhir untukku dalam ikatan apa ? " tiba-tiba pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutku, " tentu saja dalam ikatan pernikahan " tukasnya, hmmm....ya rabb...,, aku rasa dia sedang kerasukan roh halus saat ini, bagaimana mungkin seorang anak SMA seperti dia bisa mengatakan hal sedewasa itu? ini sulit dipercaya, dan saat ini semua teman-teman di kelas pasti berpikiran sama denganku, ada tanda tanya besar di benak kami masing-masing. " baiklah aku bersedia, tapi dengan satu syarat" tantangku "apa??"
" aku minta hafalan AL-qur'anmu sebagai maharnya, bagaimana? kau bersedia?"
"ok,, aku bersedia..."
" tapi aku tidak janji akan menunggumu untuk ini , orang yang ingin mendapatkanku tidak hanya kamu, jadi siapa pun orangnya yang lebih dulu dapat memberikan mahar itu untukku bararti dialah yang akan menjadi pendampingku, dan kau, jika kau benar-benar ingin mendapatkanku kau harus melakukannya dalam waktu yang sangat singkat, kau sanggup ??"
" ya, insya Allah aku sanggup, dan aku akan melakukannya mulai saat ini juga...."
" ok,, deal...??"
" deal..."
sesaat setelah ia pergi mendadak tubuhku bergetar hebat , dan dadaku terasa sangat sesak, aku merasa sulit untuk bernapas, aku rasa asma ku mulai kambuh, yeah...benar asma ku mulai kambuh.
ya rabb..., kebodohan macam apa ini ? apa yang baru saja ku katakan padannya ? kenapa aku harus mengatakan itu? oh tuhan....aku benar-benar menyesal. " dasar bodoh..." aku membodoh-bodohkan diriku sendiri yang terlalu gegabah mengambil tindakan.
barhari-hari aku merenungi ucapanku yang tempo hari, ternyata kalau dipikir-pikir apa yang aku ucapkan padanya tidak terlalu buruk, anggap saja saat ini aku sedang mengupayakan dua kebaikan satu untuk dirinnya dan satu lagi untuk diriku, kenapa?? karena dengan aku memintannya untuk menghafal Al-qur'an berarti aku sedang memintannya untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari saat ini secara selama ini ia lebih dikenal sebagai murid berandal dan acak-acakan , karena hanya orang-orang yang suci hati dan fikirannya saja yang mampu melakukan hal itu, dan yang kedua jika kelak ia benar-benar telah mampu melakukannya dan menjadi pendampingku berarti aku telah mendapatkan lelaki yang baik untuk pasangan hidupku, tapi jika tidak anggap saja ini ikhtiarku untuk merubahnya menjadi baik.
waktu telah berlalu dengan sangat cepatnnya, aku telah berhasil menyelesaikan studyku dengan nilai yang gemilang, kini aku telah bekerja di sebuah SMAN di Jakarta sebagai guru Bahasa Inggris , dan kini hari-hari ku tak lagi di penuhi dengan kata-kata " i will be the last for you" nya lagi, sejak kejadian hari itu ia tak lagi mengatakan hal itu padaku, ia kembali menjadi dirinnya yang dulu, sosok yang jauh denganku,bahkan ia telah menghilang entah kemana tak ada seorang pun yang tahu kemana rimbanya selain keluarganya,mungkin kini ia tengah mengupayakan apa yang aku tantangkan padannya, atau mungkin ia telah melarikan diri dariku karena menganggap hal itu sia-sia belaka toh apa yang ia katakan dulu hanya isapan jempol belaka bukan sungguhan.
suatu sore ketika aku dan keluargaku tengah berbincang diruang keluarga tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumahku" Assalamu'alaikum...." ku dengar seseorang berkata dari balik pintu rumahku, ibuku segera bangkit dari duduknya untuk segera membukakan pintu itu. ku dengar mereka tengah berbincang serius diambang pintu itu, sepintas ku dengar namaku disebut dalam perbincangan itu, aku jadi penasaran siapa orang itu, aku memutuskan bangkit dari dudukku meninggalkan ayahku untuk melihat siapa orang itu, dan........degh.....!!!
kau tahu siapa dia? yaeh...dia adalah Hanif yafi' bin Abu Bakar tsaqib orang yang aku tantang dulu untuk memberiku mahar berupa hafalan Al-qur'an , untuk apa dia datang kesini? untuk menjawab tantanganku atau hanya ingin mengatakan bahwa apa yang dikatakannya dulu hanya bercanda saja ?
" untuk apa kau kesini...?" tanyaku memulai percakapan setelah ia dipersilahkan masuk oleh ibuku
" hmmm....tentunya kau masih ingat betul apa yang telah kau katakan padaku saat SMA dulu, benarkan ? dan kini aku datang untuk menjawabnya..." jawabnya lugas
" a..a..apa...?? kau bilang apa tadi...?? " tanyaku gagap
" yeah..benar aku datang kemari untuk menjawab tantanganmu, selama bertahun-tahun aku telah mempelajarinnya di pesantren, dan kini aku benar-benar telah menghafalnya, kau mau dengar...??"
" e..e..ti..tidak, tidak perlu nanti saja....aku percaya kok, tp kau tidak sekedar hafal kan ? kau juga harus memahami maknanya..."
"tentu saja insya Allah aku telah melakukan hal itu dengan baik, baiklah, sekarang aku mau tanya apakah saat ini sudah ada seseorang yang telah memberimu mahar berupa hafalan Al-qur'an...??" tanyanya lagi " be..be..belumm, memangnya kenapa?"
" kau bilang katannya siapa pun yang lebih dulu bisa memberimu mahar berupa hafalan Al-qur'an maka dialah yang akan menjadi pendampingmu, dan sekarang akulah orang pertama yang menyatakan siap untuk memberikan mahar tersebut itu artinya akulah calon pendampingmu...apakah kau siap untuk menjadi ibu dari anak-anakku...?? "
"apa...??" aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar tadi, begitu pun dengan kedua orang tuaku yang sedari tadi tampak bingung menyaksikan apa yang sejak tadi terjadi dihadapan mereka, yeah..aku memang belum pernah membicarakan hal ini pada mereka karena aku pikir apa yang dia katakan tidaklah sungguhan. ya rabb...apa yang harus kulakukan kini? apakah harus menerimanya? tapi aku juga tidak bisa menolaknya aku sudah terlanjur berjanji seperti itu dan janji adalah hutang, aku harus memenuhinnya. " bissmillahirrahmaanirrahiiim,, baiklah aku bersedia, tapi kau harus minta peretujuan orang tuaku dulu jika mereka merestui maka mari kita lanjutkan namun jika tidak maka cukup sampai disini saja"
"baiklah"
setelah menjelaskan duduk persoalannya secara rinci akhirnya ia berhasil membuat kedua orang tuaku mengerti dan merestuinya, " untuk yang terakhir kalinnya bapak mau tanya apa kau benar-benar serius dengan putri kami?" tanya ayahku padanya
" tentu saja, untuk apa aku melakukan semua ini jika memang tidak serius? aku sudah seserius ini tapi kalian masih tidak percaya, apa lagi yang harus kulakukan untuk membuat kalian percaya?"
"hmm...bukan begitu nak, kami hanya ingin memastikan kesungguhanmu, azizah adalah putri kami satu-satunya, kami tidak ingin menyerahkan putri kami pada sembarang lelaki, jika memang kamu sungguh-sungguh dengan putri kami maka kami akan ikhlas, kami ridho, mudah-mudahan kamu adalah lelaki terbaik untuknya..." tukas ayahku bijak,
"iya pak, saya sangat mengerti akan hal itu, insya Allah saya akan berusaha menjadi yang terbaik untuknya, dan saya akan memuliakannnya selama hidup saya "
"baiklah, kalau begitu kapan rencananya kau akan melamar putri kami?"
" secepatnya pak, dan saya ingin pada bulan puasa nanti yang tidak lain adalah minggu depan kami sudah melangsungkan pernikahan, bagaimana....?"
"apa tidak terlalu cepat?" ibuku menimpali
" bagi saya tidak bu, pak, karena saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang, sejak jauh-jauh hari hanya tinggal menunggu kesepakatan kalian dan Azizah saja..."
"baiklah kalau begitu kami tunggu kehadiran keluargamu secepatnya...." tukas ayahku lagi
"baik, terima kasih...."
seminggu sejak kejadian hari itu kini aku telah resmi menjadi istrinnya, seseorang yang dulu menjadi musuhku kini telah berubah menjadi pendamping hidupku, seseorang yang akan menjadi imam ku dalam meniti kehidupan ini, sesuatu yang tak pernah terfikirkan dalam benakku, mungkin dalam benaknya juga, semua ini terjadi atas kehendak Allah semata, rabb yang telah merancang skenario ini dengan sangat rapi tanpa disadari oleh umatnya, dan dialah maha membolak balikan hati, mengubah rasa benci itu menjadi mahabbah.
" ya rabb...berkahilah kami dalam ikatan ini, jadikan rumah tangga kami sakinah, mawaddah, dan warrahmah...dan dapat saling melengkapi kekurangan kami masing-masing, amin..." doa suami ku ketika selesai shalat dhuha
" amin ya rabb....." aku mengamininnya sambil menangis haru.

Minggu, 13 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




9 komentar:
tulisannya bagus....
nice..tapi berat sekali maharnya.menghafal sngt mudah jk mempunyai wkt luang.entah kenapa para akhwat selalu menginginkan mahar hafalan qur'an?kasihan jika tdk memahami ayat yg dihafalnya.hanya menghafal tnp memahami isi maknanya.tanggung jawb yg sngt berat bg seorang suami.
Pernikahan atau Perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia ...
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah ...
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah..
Pernikahan atau Perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa ...
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Suami yang kamu miliki bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajah,
Tapi dia, cuma pria akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh
seharusnya 22ny saling mengerti.nice.tetap menulis :-)
ka izal>>> mksh kk....
ka zoro>> btul skali itu ka,, ksh ya tas ilmu dan supportnya...:)
wah ini kayanya pengalaman pribadi yang ada sedikit perubahan...
mantab deh win...
alurnya bagus....
eehehh diem2 ja kk klo dah tau, jgn blg sapa2 :D
mksh tlsn jlek sya dblg bgs....
heuheu..
dilsnight>>> yeehg...knp ka..?
sepertinya masalah pribadi ya dek.. ;p
ehm..ehm...gmn ya aqu jwbnya.... :p
Posting Komentar