hai langit malam...
bagaimana keadaanmu nun jauh tinggi di sana?
ku lihat gelapmu semakin pudar
ada apa?
gugusan kejora di wajahmu pun tampak berkurang
kemana?
sendu...
tak menarik lagi
sendu...
tak menarik lagi
ahh...
padahal aku ini pengagum setiamu
ada semacam perasaan kecewa yang tiba-tiba menyusup
di relung jiwa yang rapuh ini
duhai...
kabut apa yang tengah menyelimutimu?
bukankah semua sudah diatur sedemikian rupa oleh sang Esa?
ada kalanya kau muncul lalu sembunyi
kenapa kau harus memaksakan diri menjadi siang?
aku rindu langit malamku yang gagah
penuh kerlip gemintang
cantik mengerling
membentuk rasi istimewa
terhampar luas di gelapnya malam.






0 komentar:
Posting Komentar