topbella

Jumat, 10 Mei 2013

sepotong harap dalam kenangan

           Empat tahun silam adalah awal dari pertemuan kita, saat itu aku masih mengenakan seragam putih biru, terlihat sangat polos, sedikit kekanak-kanakan dan tentu saja masih sangat jahiliyah. seiring berjalannya waktu dengan seringnya kita bertemu lambat laun...secara perlahan aku mulai mendapatkan banyak pelajaran berharga dari dirimu. aku mulai melihat wujud Tuhan, tentu bukan wujud Tuhan dalam arti harafiah pastinya, tapi hanya sebuah kiasan, kiasan yang menurutku paling tepat untuk menunjukan ekspresi gejolak hati dan pikiranku saat itu. aku melihat rabb ku dalam dirimu ketika aku melihatmu dengan setia mengantongi sebuah mushaf kecil di saku kiri celanam kemana pun  kau pergi, untuk kemudian kau membacanya dengan khusyuk, dengan penghayatan terdalam agar dapat kau reguk hikmah yang terkandung di dalamnya di sela-sela waktu luangmu sampai-sampai kau tak dapat mendengar suaraku yang gaduh berseru-seru memanggil namamu. saat itu aku sngat cemburu padamu, bagaimana bisa kau memiliki rasa cinta yang begitu besar pada agama juga kitab sucimu? ku lihat dirimu orang yang biasa-biasa saja, aku juga memeluk agama yang sama sepertimu, saat itu aku sempat berpikir " kenapa Allah tak memberiku hidayah seperti orang itu..?" kataku sambil menatap iri padamu.

            ketika aku banyak bertanya padamu tentang ini dan itu lalu mendiskusikan banyak hal denganmu aku pun kembali melihat wujud rabbku dalam dirimu , seolah-olah aku sedang mendengar Allah berkata : " ilmu yang kau punya dan kau bangga-banggakan selama ini sebenarnya hanya setetes dari seluruh lautan ilmu yang Ku punya, jangan bertingkah sombong, di atas langit selalu ada langit , jangan puas dengan apa yang sudah kau pelajari selama ini , teruslah belajar karena ilmu ku tak pernah habis " sejak itu pun aku jadi kian bersemangat menggali ilmu dengan rajin membaca buku sebanyak-banyaknya, cerewet sekali bertanya tentang ini itu pada temanku yang kadang bagi mereka pertanyaan-pertanyaankku sama sekali tidak penting, mendadak aku juga jadi hobi berdiskusi. 

           masa lalumu yang kelam yang kemudian hanya dalam sekejap mampu kau ubah menjadi begitu benderang pun kembali menyadarkanku akan keberadaan Allah, dari cerita hidupmu aku jadi semakin yakin bahwa Allah memang maha pengasih dan penyayang seperti yang tertulis dalam Al-qur'an , karena Dia masih terus menyayangi dan mengasihimu meski kau hidup di jalan yang menyimpang dari aturanNya, Dia tidak serta merta memerintahkan jantungmu untuk berhenti berdetak ketika kau berbuat dosa, dia juga maha memaafkan, Dia menerima seluruh pertaubatanmu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh kemudian menutupi segala aibmu dari pandangan mata manusia di sekelilingmu hingga kemudian kau bisa trlahir kembali sebagai manusia baru yang lebih baik lagi, dengan segala tingkah laku yang jika orang lain melihatnya akan segera mengingat keberadaan rabbnya. 

          tapi, belakangan aku merasa kehilangan sosokmu, lambat laun pendar cemerlangmu kian redup, kemudian hilang tak bersisa, aku tidak tahu kemana perginya pendar itu melayang. mungkin karena usia ku yang kian bertambah yang menyebabkan cara pandangku berubah, ahh.. bukankah manusia memang mudah sekali untuk berubah?? tidak ada yang aneh karena allah selalu membolak-balikan hati manusia, iya kan...?? tapi aku merasa sangat kehilangan..atau mungkin karena lensa kacamata ku yang semakin tebal hingga tak mampu lagi melihat dengan jelas pendar-pendar cahaya yang melintas di hadapanku. 

         yasudahlah..,, 
seperti apa dan bagaimana pun dirimu saat ini kau tetap menjadi bagian dari hidupku, kau adalah satu diantara sekian banyak orang yang mengisi sekaligus memperbaiki jalan hidupku, kau telah menunjukan wujud Tuhan di hadapanku hingga aku pun tergerak meniti jalan untuk menuju arah cahaya, mendekat kepada rabb ku Yang Maha Agung. 

terima kasih... 

      mungkin sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan yang telah kau berikan padaku. pada miladmu ini ku harap Allah kian meng-indahkan kepribadianmu hingga pendar-pendar cahaya itu kembali bersinar dalam jiwamu. 

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
Winarsih Azhari Noor
aku adalah remaja biasa, tidak cantik, tidak pintar, dan tidak kaya, tapi aku bersyukur atas apa yang telah ku miliki saat ini....(jiaah lebay) thank u Allah...:)
Lihat profil lengkapku